Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sejarah

Mengenal Pemimpin OPM, Pencetus Proklamasi 1 Juli 1971, Brigadir Jenderal Seth J. Rumkorem

Mengenal Pemimpin OPM, Pencetus Proklamasi 1 Juli 1971, Brigadir Jenderal Seth J. Rumkorem _________________________________________________ Oleh: Constantinopel Ruhukail, Producer Majalah Fajar Merdeka dan Pro-Patria di bawah Kementerian Penerangan Pemerintahan Revolusi Sementara Republik Papua Barat(PRS-PB) - Markas Victoria - Nagasawa, Ormu Kecil,  1982. ________________________________________________ Di masa Belanda, Seth Jafet Rumkorem adalah seorang pegawai rendah Maskapai Penerbangan KLM yang beroperasi di Jepang. Ia bekerja di Maskapai ini setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di PMS KotaRaja, Abepura. Sebagai hasil dari New York Agreement, Indonesia resmi mengambil-alih Papua Barat dari kekuasaan Belanda pada tanggal 1 Mei 1963. Indonesia secara tergesa menggantikan nama wilayah Papua Barat dari Netherlands Nieuw Guinea menjadi Irian Barat, dan melantik Eliezer Jan Bonay sebagai Gubernur Irian Barat. Setelah Papua Barat diambil-alih oleh Pemerintah Rep...

Kematian Arnold C. Ap dan Lahirnya Mambesak

Group music Mambesak atau burung Cenderawasih/burung kuning dalam bahasa Biak, menjadi momentum kebangkitan seni dan identitas bangsa budaya Papua Barat. Sebelum memberikan nama Mambesak group ini bernama Manyori yang berdiri pada tahun 1970-an. Anggota/personil dalam group ini diantaranya; Arnold Clemens Ap, Sam Kapissa, Yowel Kafiar, Marthinny Sawaki. Seperti mottonya, kita bernyanyi untuk hidup yang dulu, sekarang dan nanti Mambesak hendak mengatakan nyanyiannya adalah perawat kehidupan orang Papua Barat. Tentunya, Arnold C. Ap sebagai inisiator dalam pembentukan group ini, Ia menggunakan kapasitasnya sebagai ketua Lembaga Antropologi dan kepala museum yang diberi nama Sansakerta, Lokal Budaya dan mendirikan sebuah kelompok seni-budaya yang mereka namakan "Mambesak". Gerakan kebangkitan Seni dan Budayan Papua Barat . Mambesak yang menurut orang Biak adalah burung suci, dengan tujuan untuk menghibur hati masyarakat Papua Barat yang sedang diintimidasi, dianiaya, diperko...

Siaran Perss MARKAS PUSAT KOMNAS TPNPB PER 10 Maret 2019 -----------------

Markas Pusat KOMNAS TPNPB menolak pernyataan Panglima Daerah Militer Indonesia di Papua, karena pernyataan Pimpinan Militer dan Polisi Indonesia di Papua merupakan menghibur public yang terutama keluarga Korban. Artinya Pimpinan Militer Indonesia skenariokan bahwa seakan-akan Militer Indonesia mampu tembak 10 Anggota TPNPB dan merebut kembali 7 Pucuk senjata, padahal kenyataannya tidak sama sekali. Sikap Militer dan Polisi Indonesia di Papua ini menunjukan kepanikan Pimpinan Militer Indonesia, karena malu dihina masyarakat Indonesia akibat lebih banyak anggota MIliter terlatih menjadi korban; Baca Siaran Perss lengkap di bawah.. -------------------------------- Siaran Perss MARKAS PUSAT KOMNAS TPNPB PER 10 Maret 2019  ----------------- TPNPBNEWS: Laporan resmi Oleh Panglima KODAP III TPNPB Ndugama Bridgen Egianus Kogoya, pada hari Sabtu tanggal 9 Maret 2019. Dalam laporannya, Panglima KODAP III TPNPB Ndugama Mengeluarkan Pernyataan Resmi atas Penyerangan dan...

Koran Kejora Edisi Maret/April 2019

Dalam kondisi gerakan perjuangan rakyat Papua Barat beragam kondisi kelas penindasan yang terjadi di West Papua dan perlu untuk menyikapi, membadah dalam analisis yang sangat subjektif untuk mengungkapkan kondisi realitas yang ada. Maka, untuk mendiskusikannya, perdebatan, membutuhkan wawasan ide, materi dalam menganalisiskan tersebut; Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Biro Agitasi dan Propaganda Pusat akan mengagitasikan melalui online dan non-online dengan tema "Penindasan Rakyat Papua" Prekpektifnya mengarah pada, Mahasiswa, Buruh, Nelayan, Tani, Kaum Miskin Kota, Pedagang, Mama-Mama Pasar. Bagi siapa yang ingin mengrim tulisan silahkan melalui email: aliansimahasiswapapua@gmail.com Koran edisi kali ini terbagi dari dua rubrik besar: OPINI dan PUISI. 1. OPINI Ini kriteria penulisan Opini (Esai): - Max kata 1500 (3 lembar) minimal 800. - Ukuran huruf 11 dan jenis huruf Calibri. Dalam menulis Opini tersebut, tulisan yang akan kawan-kawan tuliskan tidak terlepas d...

Pilpres Bagi Orang Papua

Oleh Jhon Gobay Repulik Indonesia (Indonesia). Lima tahun kepemimpinan Bapak pembangunan infrastruktur dan investasi bagi pemodal (nasional dan Internasional) akan berakhir pada pertengahan 2019. Kini Indonesia sedang memperhatikan Gedung putih—Istana Negara—tentang, siapa kah Nakoda selanjutnya. Telah sampai di ujung timur, pulau Papua (West Papua), berita tentang duo jagoan yang akan beraduh dalam pertempuran pesta pemilihan peresiden untuk mengisi 5 tahun kursi istana. Apa kah Jokowi akan melanjutkan kisah heroiknya tentang modal dan pembangunan? Atau Prabowo di atas cerita tangan besih-nya yang berdarah-darah itu? Dua bakal calon itu tak ada bedanya bagi orang Papua. Rakyat West Papua tahu bahwa Pilpres 2019 adalah pemilihan presiden Republik Indonesia—dan itulah tradisi pesta politik praktis Indonesia yang dikenal rakyat West Papua sejak berada dibawa dominasi Indonesia. Jokowi dan Prabowo, dua bakal calon itu, siapa pun presiden nantinya, bagi orang Papua, adalah wajah In...