Skip to main content

TUTUNTAN AKSI Gempar Papua Manokwari pada kamis 17/11/2016

TUTUNTAN AKSI Gempar Papua Manokwari pada kamis 17/11/2016

1. Pemerintah Pusat dan daerah harus transparan terhadap setiap perjajian perusahaan dan pemerintah kepada masyarakat.

2. Menutup setiap perusahaan-perusahaan nasional dan asing yang tidak memenuhi stadar operasi di Papua.

3. Membentuk tim investigasi berdasarkan laporan masyarakat adat yang merasakan dampak buruk hingga kekerasan dari pihak perusahaan di wilayah adat mereka.

5. Menindak tegas aparat keamanan TNI/POLRI yang melaukan kekerasan kepada masyaratak pemilik tanah di wilayah-wilayah perusahaan.

6. Menghilangkan streotipe hingga stigmatisasi “OPM” kepada masyarakat adat Papua. Agar setiap persoalan persengketaan tanah adat dapat dilihat secara objektif dengan keberpihakan kepada masyarakat adat Papua.

7. pentingnya pemberian pengetahuan dan pemahaman terhadap masyarakat adat tentang apa yang menjadi hak mereka, dan yang dijamin dalam konstitusi serta berbagai peraturan nasional dan internasional, juga berbagai peraturan terkait pertanahan di Indonesia. Sehingga masyarakat dapat memutuskan segala susuatu berdasarkan kesadaran dan juga kebutuhan dasar mereka.

8.  Dalam rangka perlindungan dan penegakan hak asasi manusia kami meminta pemerintah Pusat mematuhi setiap perjajian HAM Internasional dan setiap konvenan yang telah diratifikasi tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

KRONOLOGI LENGKAP MEY DAY Dan 56 Tahun Aneksasi West Papua

Sumber: Grup Facebook (Koran Kejora) Yogyakarta (1/5) Penghadangan, Represi, Pemukulan, dan Perusakan oleh aparat Kepolisian Resor Kota Yogya karta terhadap massa aksi KAMRAT (Komite Aksi Mayday untuk Rakyat) dalam memperingati Hari Buruh Internasional dan 56 Tahun Aneksasi West Papua. Pukul 07.00 WIB, massa aksi berkumpul di titik kumpul (Asrama Kamasan) mempersiapkan perlengkapan aksi. Pukul 09.45 WIB, Massa Aksi bersiap, berbaris keluar Kamasan, Long March menuju Titik Nol KM. Pukul 10.00 WIB, Kapolresta Yogyakarta, Armaini, menghalangi massa aksi bergerak ke Titik Nol, dengan alasan ada massa tandingan dari ormas Paksi Katon dan FJR. Kapolres bersikeras agar Massa Aksi KAMRAT berpindah lokasi aksi. Pukul 10.10 WIB, Negosiator, Korlap Aksi dan pendamping hukum dari LBH Yogyakarta melakukan perundingan dengan Kapolres agar Massa Aksi tetap bisa bergerak menuju Titik Nol KM. Pukul 11.00 WIB, Perundingan berjalan alot dan akhirnya massa aksi berkompromi dan akan be...

Mengenal Pemimpin OPM, Pencetus Proklamasi 1 Juli 1971, Brigadir Jenderal Seth J. Rumkorem

Mengenal Pemimpin OPM, Pencetus Proklamasi 1 Juli 1971, Brigadir Jenderal Seth J. Rumkorem _________________________________________________ Oleh: Constantinopel Ruhukail, Producer Majalah Fajar Merdeka dan Pro-Patria di bawah Kementerian Penerangan Pemerintahan Revolusi Sementara Republik Papua Barat(PRS-PB) - Markas Victoria - Nagasawa, Ormu Kecil,  1982. ________________________________________________ Di masa Belanda, Seth Jafet Rumkorem adalah seorang pegawai rendah Maskapai Penerbangan KLM yang beroperasi di Jepang. Ia bekerja di Maskapai ini setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di PMS KotaRaja, Abepura. Sebagai hasil dari New York Agreement, Indonesia resmi mengambil-alih Papua Barat dari kekuasaan Belanda pada tanggal 1 Mei 1963. Indonesia secara tergesa menggantikan nama wilayah Papua Barat dari Netherlands Nieuw Guinea menjadi Irian Barat, dan melantik Eliezer Jan Bonay sebagai Gubernur Irian Barat. Setelah Papua Barat diambil-alih oleh Pemerintah Rep...